Iman Kepada Al-Qur'an

Kali ini saya akan memposting tentang masalah iman khususnya Iman kepada Kitab Suci Al-Qur'an. Alasan kenapa saya mengangkat topik ini karena pada waktu saya sedang melakukan perjalanan ke suatu daerah saya sempat beristirahat. tidak jauh dari tempat peristirahatan itu ada sebuah pesantren dan disana sedang di adakan pengajian, sambil istirahat sayapun mendengarkan isi pengajian tersebut dari pengeras suara. dan kebetulan yang di bahas dalam pengajian tersebut adalah Iman Kepada Kitab Suci Al-Qur'an. Saya pun mendapatkan sedikit ilmu yang mudah2an bisa bermanfaat bagi pengunjung blog ini. Langsung aja deh ke pokok utama. Mulai aja yah. he he

Menurut Bahasa iman artinya Percaya, Sedangkan menurut arti sebenarnya iman adalah mempercayai dengan sepenuh hati akan apa yang kita imani tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya.

Jadi arti dari Iman Kepada Kitab Suci Al-Qur'an adalah kita harus mempercayai akan kebenaran semua ayat-ayat yang ada dalam Kitab Suci Al-Qur'an tanpa ada keraguan terhadap kandungan ayat tersebut, meskipun hanya satu ayat.

Maka dari itu apabila kita masih ragu terhadap kandungan ayat-ayat Al-Qur'an meskipun hanya satu ayat saja, maka dipastikan iman kita belum sempurna atau masih di katakan belum sah. Kalau iman kita belum sah betul maka, secara otomatis segala
amaliah kita baik itu duniawi maupun ukhrawi akan sia-sia belaka. suerem juga yah.
Fenomena yang terjadi sekarang adalah, terkadang ada tutur kata dari kita yang mencerminkan adanya keraguan terhadapa Ayat Suci Al-Qur'an baik itu secara sadar ataupun secara tidak sadar. dan fenomena ini sudah sangat sering terjadi. Terdapat 2 masalah yang sering terjadi dengan ucapan kita yang secara tidak sadar itu merupakan suatu cerminan ada rasa ragu-ragu dalam iman kita terhadap Ayat Al-Qur'an : Tentang

      1. Masalah Pembagian Harta Warisan ( Harta Peninggalan Orang Tua)
  • Dalam Al-Qur'an sudah diterangkan serta di jelaskan tentang masalah pembagian harta warisan ini. kalau kita cermati secara kasat mata bahwa dalam pembagian harta warisan menurut Al-Qur'an ada yang mendapatkan bagian lebih banyak dan ada juga yang mendapatkan sedikit.Namun demikian kita harus benar-benar meyakini bahwa ayat yang menjelaskan masalah pembagian harta warisan ini memang benar untuk keadilan si ahli waris tersebut bukan karena tidak di bagi rata itu menjadi tidak adil. jangan sampai kita berucap bahwa "Kalo Hukum di Islam tentang masalah waris itu memang tidak adil. masa ada yang mendapatkan banyak dan ada yang mendapatkan sedikit, lebih baik di bagi rata saja biar adil" nah perkataan ini lah yang mencerminkan adanya keragu-raguan terhadap ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang masalah Pembagian Harta Warisan. jadi bagaimana kalo misalkan di bagi rata? ya boleh saja tapi gunakan dulu pembagian menurut aya Al-Qur'an tadi  kalo sudah beres. yang mendapatkan lebih bisa di kasih ke yang mendapatkan sedikit tapi dengan alasan hibah (hadiah). Mudah2an bisa ngerti. Maaf kalo ngejelasinnya kurang jelas namanya juga belajar.

      2. Masalah Poligami

  • Begitu pula dengan masalah poligami, jadi ga tega ngejelasinnya, tapi ini justru fenomena yang sering terjadi.khususnya bagi kaum hawa. tapi ga apa2lah yang penting saya sudah menyampaikannya. Ok dilanjut lagi. Di dalam Al-Qur'an pun sudah ada Ayat yang menjelaskan serta membolehkan kepada pria untuk berpoligami (Beristrikan Lebih dari Satu) he he. jadi alangkah bijaknya jika kita khususnya para kaum hawa tidak meragukan akan ayat tersebut. Jangan sampai berucap : "Ah pokonya saya tidak setuju dengan poligami titik ga pake koma pokonya". Saya teringat ketika waktu pertama Aa Gym berpoligami maka ada sekelompok yang menamakan dirinya dari komunitas muslimah berdemo di bunderan HI jakarta menentang keras dengan yang namanya poligami. waduh celaka tuh. itu sama aja dengan mendemo Ayat Al-Qur'an tadi. celaka sebelas dua belas nieh. Fatal deh pokonya. ihhhh suerem. Jadi bagaimana nieh akan masalah ini? Ya untuk solusinya jangan sampai keluar kata2 semisal contoh diatas walau bagaimanapun poligami itu sudah di atur di dalam Ayat Al-Qur'an. Kalo menolak kepada orangnya yang berpoligami lalu tidak bisa adil itu sih saya juga setuju. karena tawaran dari Allah bagi orang yang berpoligami terus ga bisa adil adalah neraka. Jadi kita menolak itu bukan pada Poligami nya tapi pada orang yang berpoligami terus ga bisa berbuat adil.
Aduh cape juga nulis nieh. he he. jadi kesimpulannya adalah jangan sampai keluar ucapan dari lisan kita kata-kata diatas. kayak sepele sih tapi memang sangat fatal akibatnya. Ya meskipun saya tau untuk masalah poligami ga ada wanita yang benar2 rela untuk dipoligami pasti hati kecilnya menjerit2. tapi mau gimana lagi tetep keimanan kita jangan sampai tergoyah. ya sekedar memberikan tip's agar tidak di poligami yaitu : jangan cemberut terus di depan suami, berdandan yang cantik di depan suami. pokonya jangan sampai suami dibikin ga betah di rumah deh. he he kaya yang udah ngalamin aja yah. tapi kalo semua jurus di atas masih tetep di poligami berarti udah Takdir Illahi ^_^. Akhir kata mudah-mudahan kita bisa lebih bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah swt. Amien.

Dicukupkan sekian penjelasannya, maaf kalo ada yang salah. Wallahu A'lam ^_^

Artikel Yang Berhubungan