Supaya Ikhlas Dalam Bersedekah

Salah satu syarat agar sedekah kita di terima oleh Allah Swt adalah Ikhlas. Dalam artian kita rela memberikan sebagian harta kita untuk di sedekahkan kepada yang lebih membutuhkan tanpa adanya rasa pamrih atau timbal balik dari orang yang kita beri sedekah serta kita tidak mengingat-ingat kembali apa yang telah kita sedekahkan. Tapi apakah kita sudah benar-benar tau Apakah kita sudah Ikhlas?

Hal ini yang selalu mengganjal di hati kita, Karena memang Ikhlas itu merupakan hal yang susah-susah mudah. Mungkin kita pernah bersedekah kepada seseorang semisal memberikan sedekah uang sebesar 50 ribu rupiah kepada seseorang yang membutuhkan, Lalu sebelum kita memberi, hati kita mengatakan "Saya Ikhlas Bersedekah memberi uang 50 ribu rupiah kepada orang tersebut". Tapi terkadang setelah itu kita selalu memikirkan uang 50 ribu tadi, seakan-akan hati kecil kita mengatakan tidak rela memberikan uang tersebut. Mengapa demikian ?

Yup jawabannya adalah karena sedekah merupakan Ibadah yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita. Mungkin hal ini sudah saya bahas secara detail di postingan sebelumnya tentang Ibadah Yang Sesuai Keinginan Hawa Nafsu . Maka dari itu kita harus mengetahui cara agar kita bisa Ikhlas dalam bersedekah. Lalu Bagaimanakah Caranya ?

Ok, saya akan memberikan sedikit gambaran seseorang yang sudah bisa dianggap Ikhlas dalam bersedekah.

Apabila agan bersedekah 50 ribu rupiah kepada orang yang lebih membutuhkan, lalu ada orang yang bertanya kepada kita :

Apakah kamu Ikhlas memberikan sedekah tersebut ?
dan jawaban agan adalah : Ya saya Ikhlas memberikan sedekah itu.

"Maka artinya agan tidak Ikhlas memberikan sedekah tersebut.
Hmm kok bisa gitu? "

Lalu agan ngomong dalam hati : berarti Kalau saya mengatakan Ikhlas artinya itu tidak ihklas. kalau begitu kebalikannya donk, saya harus mengatakan saya tidak Ikhlas memberikan sedekah itu.

"Waah kalau ini tambah parah lagi, kalau agan ngomong ga ikhlas ya sudah jelas sekali, agan tidak ikhlas memberikan sedekah tersebut. Hmm Jadi bingung yah "

Iya deh biar tidak pada bingung saya akan menjelaskannya. Sudah diterangkan di atas bahwa sedekah merupakan ibadah yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu, sekuat apapun kita untuk mengucapkan kata Ikhlas maka tetap saja kita tidak akan bisa 100% ikhlas secara pribadi, karena hawa nafsu kita lebih menonjol untuk merubah keinginan kita untuk Ikhlas, maka dari itu kita selalu teringat kembali akan apa-apa yang telah kita sedekahkan dan merasa tidak rela untuk memberikannya.

Untuk itu kita sebagai makhluk yang lemah dan tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk bisa Ikhlas, maka sepatutnya kita meminta pertolongan kepada yang Maha Kuasa, dan menyerahkan segala niat kita agar bisa Ikhlas kepada-Nya. Jadi jawaban kita ketika ada seseorang yang bertanya apakah kita ikhlas dalam bersedekah, maka jawaban yang sepatutnya adalah "Mudah-Mudahan Allah swt memberikan keikhlasan kepada saya".

Nah kalau kita sudah menyerahkan diri kepada Allah swt tentang apa-apa yang telah kita sedekahkan, maka kitapun akan di berikan kekuatan Oleh Allah Swt untuk bisa Ikhlas dalam bersedekah.
Gimana ngerti kan gan ? kalau masih ada yang belum ngerti aduuh cape deeh.

Ya mungkin di cukupkan sekian penjelasan kali ini, mudah-mudahan tidak ada lagi yang bingung. Mohon maaf kalau ada yang salah dalam pembahasan kali ini. Akhir kata semoga Allah Swt selalu memberikan kekuatan kepada kita agar bisa mencapai salah satu syarat di terimanya sedekah kita yaitu Ikhlas. Amien

Artikel Yang Berhubungan