Tampilkan postingan dengan label Hikmah Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Ayat Mengenai Perintah di Wajibkannya Puasa

Ayat Mengenai Perintah di Wajibkannya Puasa

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa melaksanakan ibadah puasa itu di wajibkan kepada kita selaku Umat Muslim di seluruh dunia. Namun apakah benar kita di perintahkan Oleh Allah Swt? sudah saatnya kita mengetahui Ayat Mengenai Perintah di Wajibkannya Puasa. Agar kita tidak bertanya-tanya dan kita pun bisa yakin melaksanakan ibadah puasa tersebut.

Adapun Ayat Mengenai Perintah di Wajibkannya Puasa ini sesuai dengan Firman Allah swt dalam Kitab Suci Al-Qur'an yaitu Surat Al-Baqarah Ayat 183.


"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa",
 (Al-Baqarah : 183)

Dari ayat di atas sudah dijelaskan bahwa Allah telah mewajibkan kepada kita untuk berpuasa, bahkan puasa ini telah Allah wajibkan pula kepada orang-orang sebelum kita (Sebelum Umat Nabi Muhammad Saw). Hukum wajib disini yatu wajib menurut Hukum Sya'ra yang berarti apabila kita mengerjakannya akan mendapatkan pahala dan apabila meninggalkannya maka kita akan berdosa.

Namun disini Allah Swt hanya memerintahkan kepada orang Mu'min bukan Muslim mengapa demikian? dari sini kita bisa membedakan mana orang-orang yang memang benar-benar Beriman kepada Allah Swt dan tidak. dapat di tarik kesimpulan bahwa orang muslim yang tidak melaksanakan puasa maka dia belum beriman kepada Allah Swt.

Selain itu mengapa kita di wajibkan untuk berpuasa? dari ayat di atas di jelaskan agar kita menjadi orang yang bertaqwa, dalam segi harpiah kata taqwa artinya mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi segala Larangan-Nya. Jadi inti dari puasa adalah apakah kita bisa mematuhi terhadap Perintah Allah swt atau tidak.

Karena Ibadah puasa adalah ibadah yang samar, dikatakan samar karena hanya Allah swt lah yang mengetahui kita itu benar-benar berpuasa atau tidak, jadi dengan berpuasa kita dilatih untuk bersikap jujur karena Ibadah Puasa itu langsung hubungannya dengan Allah swt. dan Allah Swt pun yang langsung memberikan pahalanya.

Kita ambil sedikit contoh ibadah shalat, apabila seseorang tidak melaksanakan shalat kita pun bisa mengetahuinya. Dari mana kita mengetahuinya ?

Misalkan kita bersama-sama dengan orang tersebut dari waktu shalat ashar sampai waktu shalat maghrib, namun dia tidak pernah terlihat mengambil air wudlu dari waktu shalat ashar sampai habis waktu maghrib, dari situ kita bisa tahu bahwa dia itu tidak melaksanakan shalat Ashar.

Berbeda dengan ibadah puasa dimana kita tidak bisa mengetahui benar seseorang itu berpuasa atau tidak, bisa saja ketika dia bersama-sama kita dia pergi sebentar entah itu ke kamar atau ke wc untuk berbuka sebentar, lalu menghampiri kita lagi. Maka dari itu Ibadah Puasa adalah Ibadah untuk melatih kejujuran kita kepada Allah swt.


Semoga dengan mengetahui Ayat Mengenai Perintah di Wajibkannya Puasa beserta penjelasannya kita bisa menjadi orang yang taat akan perintah Allah Swt dan bisa menjadi orang yang jujur baik kepada Allah Swt dan juga terhadap sesama. Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat.
Read more

Yang Bisa Membatalkan Pahala Puasa

Yang BIsa Membatalkan Pahala Puasa

Masih seputar tentang pembahasan Puasa, Menyambung kemarin tentang postingan yang berjudul 5 Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa. Untuk kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang Hal yang Bisa Membatalkan Pahala Puasa. Untuk lebih jelasnya akan saya uraikan lebih lanjut.

Yang dimaksud dengan membatalkan pahala puasa yaitu apabila kita melakukan hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa maka puasa kita tetap syah dalam ukuran fiqih, berarti kewajiban melaksanakan puasa kita sudah terpenuhi, Namun dalam segi Mendapatkan pahala maka kita tidak akan mendapatkan pahala apa-apa dari Allah Swt selain hanya mendapatkan haus dan lapar saja.

Berikut akan diuraikan beberapa hal Yang bisa Membatalkan Pahala Puasa.

1. Berkata Bohong.

Dengan berkata bohong maka secara otomatis akan membatalkan pahala puasa kita. Maka sebaiknya kita menjauhkan diri dari berkata berbohong kepada orang lain.

2. Membicarakan Kejelekan Orang Lain (Gosip).

Mungkin secara tidak sadar hal ini sering kita lakukan di saat kita sedang ngobrol dengan orang lain. Yaitu menggosip tentang kejelekan kejelekan orang lain. Maka lebih baik di bulan Puasa ini kita tidak sering berkumpul untuk mengobrol hal hal yang tidak penting.

3. Munafik

Yaitu apabila setiap perkataan tidak sesuai dengan perbuatannya. Seperti sifat iri dan dengki terhadap orang lain. Apabila di depan dia bersikap baik tetapi dibelakang dia selalu mencela.

4. Saksi Palsu

Bersaksi palsu bisa menjadi salah satu hal yang dapat membatalkan pahala puasa kita. Ini berkaitan dengan poin no 1 yaitu berkata bohong. Namun dalam hal ini berbohong terhadap kesaksian dalam suatu perkara. Seperti contoj dia bersaksi bahwa si pulan itu adalah pencuri padahal pada kenyataannya si pulan itu tidak mencuri.

5. Mengadu Domba

Tentu mengadu domba adalah perbuatan tercela yang sudah pasti akan membatalkan pahala puasa. Perbuatan ini sungguh sangat tidak terpuji karena berusaha untuk membuat permusuhan antara sesama umat manusia.

6. Memandang Lawan Jenis Dengan Syahwat.

Mungkin hal ini pun menjadi salah satu penyebab batalnya pahala puasa kita.
Mungkin masih banyak lagi hal yang dapat membatalkan pahala puasa kita, namun hanya 6 poin saja yang bisa di jelaskan pada kesempatan kali ini.

Maka dari itu di Bulan Suci Penuh Rahmat ini yaitu Bulan Suci Ramadhan, kita senantiasa harus bersama-sama berlatih dan belajar untuk meninggalkan hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa tersebut. Karena Bulan Suci Ramdhan ini adalah salah satu media kita untuk berlatih menjaga hati kita dari sifat-sifat yang tercela. Agar di bulan bulan selanjutnya kita bisa mengamalkan dari hasil latihan kita selama satu bulan.

Sekian postingan kali ini mengenai Hal Yang Dapat Membatalkan Pahala Puasa. Semoga kita bisa menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan di atas, sehingga Puasa kita mendapatkan pahala dari Allah Swt. tidak hanya sekedar mendapatkan Haus dan Lapar Saja. Amin.

Ya meskipun susah tapi sebagai seorang manusia kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin dan jangan lupa berdo'a agar di berikan kekuatan supaya terhindar dari sifat-sifat tercela.
Read more

Uzur Yang Memperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa Ramadhan

Uzur Yang Memperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa

Sesungguhnya Allah tidak membebani seorang pun kecuali sesuai kadar kemampuannya. Puasa Ramadhan wajib bagi setiap muslim yang baligh, berakal, mampu berpuasa, mukim dan tidak sedang haid ataupun nifas.

Namun, ketika ada uzur maka kita mendapatkan keringanan untuk tidak menjalankan Puasa Ramadhan. Dengan syarat Harus di ganti atau di Qada di luar Bulan Ramadhan ataupun diganti dengan Bersedekah Sesuai dengan uzur yang sedang kita hadapi.

Maka untuk kali ini akan dibahas Uzur Yang Memperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa Ramadhan, diantaranya adalah :

1. Sakit
Sebagaimana Firman Allah Swt.


“Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Maksud sakit di sini adalah sakit yang akan membahayakan si sakit jika berpuasa, memperparah sakitnya atau membinasakan. Dalam keadaan demikian wajib tidak berpuasa. Sebagaimana firman -ta'âla-:

2. Syafar Masyru"
(perjalanan yang disyariatkan) atau mubah (dibolehkan) (80 km atau lebih). Jika musafir merasa puasa amat sangat memberatkannya, wajib berbuka. Jika tetap puasa dia bermaksiat. Jika puasa tidak sangat
memberatkannya, hanya sedikit memberatkan, yang utama berbuka. Jika sama baginya puasa atau tidak puasa, dia dapat memilih antara tidak puasa atau puasa.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad -shalallahu alaihi wasallam-:


“Jika berkehendak engkau dapat berpuasa, bisa juga tidak.”

3. Wanita hamil dan menyusui yang khawatir terhadap janin atau anaknya wajib tidak puasa

Jika khawatir terhadap dirinya, maka seperti hukum orang sakit. Jika khawatir terhadap diri dan anaknya kemudian berbuka, diharuskan mengqodho. Tetapi jika tidak puasa semata khawatir terhadap
janin atau anaknya, wajib mengganti puasa dan wajib bagi walinya memberi makan satu orang miskin setiap hari yang ditinggalnya

4. Lanjut Usia
Siapa yang sudah hilang kesadarannya tidak wajib puasa ataupun memberi makan, karena dia tidak mukalaf2. Adapun lanjut usia yang masih sadar tetapi tidak mampu puasa, boleh tidak puasa, sebagai gantinya memberi makan satu orang miskin setiap harinya

5. Jika tau dirinya akan binasa jika berpuasa
Karena lapar atau haus yang sangat, boleh berbuka dengan apa yang menghilangkan hal itu. Jika perlu berbuka untuk menyelamatkan orang lain, dia boleh berbuka. Cukup baginya mengqodho (mengganti) puasanya.

6. Haid dan Nifas
Tidak sah puasa seorang wanita jika mengalami dua hal tersebut. Uzur ini dikhususkan untuk para muslimah dan ini adalah kemurahan dari Allah swt khusus untuk kaum muslimah dengan catatan harus Qada di luar Bulan Puasa.

Sekian artikel kali ini mengenai Uzur Yang Memperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa Ramadhan. Semoga bermanfaat untuk anda.

Sumber : Islam House
Read more

5 Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

5 Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa

Selain Rukun dan Syarat Wajib Puasa ada juga 5 Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa, maka dari itu ketika kita batal melaksanakan puasa maka kita wajib untuk mengganti atau meng Qada puasa yang batal tersebut di luar bulan Ramadhan dan juga ada yang harus membayar dam atau tebusan. berikut akan saya uraikan penjelasannya

Ada 5 Hal yang Dapat Membatalkan Puasa

1. Makan dan Minum

Makan dan minum dengan disengaja sudah jelas dapat membatalkan puasa, makanan atau minuman disini yaitu segala jenis makanan atau minuman yang memungkinkan bisa untuk kita konsumsi. termasuk juga infus yang di dalamnya terdapat zat-zat atau sari-sari makanan yang bisa menggantikan makanan sebagi penguat tubuh. Kecuali makan atau minum dengan tidak di sengaja karena lupa itu tidak membatalkan puasa, asal jangan pura-pura lupa.

2. Ada sesuatu yang masuk pada anggota tubuh kita yang berlubang.

Seperti contoh telinga kemasukan air saat mandi, ataupun kencing atau kentut di kolam renang yang memungkinkan pada saat kencing atau kentut ada air yang masuk.

3. Bersetubuh (Jima)

Jima’ di siang hari pada bulan Ramadhan termasuk dosa-dosa besar bagi orang yang sedang berpuasa, dan bagi orang yang melakukannya wajib baginya membayar kaffaroh (tebusan) yaitu memerdekakan budak, apabila ia tidak mampu memerdekakan budak karena tidak mempunyai harta, atau ia memiliki harta akan tetapi tidak ada yang bisa dibebaskan secara syari’, maka wajib baginya berpuasa dua bulan berturut-turut, jika ia tidak mampu wajib atas dia memberi makan enam puluh orang miskin.

4. Al inzal

Yaitu keluarnya mani dengan sengaja karena perbuatan orang yang berpuasa, seperti seorang suami yang mencium istrinya kemudian keluar air mani maka sesungguhnya ia telah merusak shaumnya. Adapun apabila keluarnya mani itu tidak disengaja seperti dia bermimpi kemudian keluar mani, maka shaumnya tidak batal karena hal itu bukan kemauannya. Dan diharamkan bagi orang yang berpuasa untuk bercumbu-rayu apabila dikhawatirkan dapat merusak shaumnya. Maka tidak boleh bagi seorang suami mencium istrinya dan menyentuhnya, apabila dia yakin hal itu bisa menyebabkan keluarnya mani, karena hal itu menjadikan puasanya rusak.

5. Muntah

Jika seseorang muntah dengan sengaja seperti mencolok-colokan tangan kemulutnya sampai muntah, maka batal shaumnya, namun jika tanpa sengaja, maka tidak membatalkan shaum. Namun kalau muntahnya mengakibatkan sakit maka di perbolehkan untuk berbuka karena sakit merupakan salah satu udzur, di khawatirkan kalau di teruskan puasa akan berakibat parah. namun apabila masih kuat maka boleh untuk di lanjutkan. dengan catatan bagi yang berbuka harus menggantinya di luar bulan puasa

Sekian penjelasan tentang 5 Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa, semoga ada manfaatnya. Mohon maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan dalam menjelaskannya.
Read more

Rukun dan Syarat Wajib Berpuasa

Rukun dan Syarat Wajib Berpuasa

Kali ini saya akan membahas tentang Rukun dan Syarat Wajib Berpuasa, Dimana Syarat dan Rukun ini mengukur syah atau tidaknya Puasa yang kita lakukan. Kalau kita sudah memenuhinya maka puasa kita syah tetapi apabila tidak maka puasa kita tidak akan syah.

Berikut Beberapa Rukun dan Syarat Wajib Berpuasa

Rukun Puasa

1. Islam

Dengan demikian orang non mulsim tidak di wajibkan untuk berpuasa, Hanya orang Muslim saja yang di wajibkan untuk berpuasa. Selain itu bagi yang udzur di bulan puasa entah itu karena udzur sakit atau udzur bepergian (Safar) dan udzur yang lainnya, maka diwajibkan pula untuk qadha di luar bulan ramadhan

2. Baligh

Dikatakan seseorang Baligh yaitu Laki-Laki menginjak usia 15 tahun atau Sudah pernah bermimpi zima, untuk perempuan yaitu sudah  berumur 9 tahun atau sudah keluar haid. Maka semenjak itu mereka sudah di wajibkan untuk berpuasa, namun untuk melatih diri di sarankan untuk para orang tua melatih anaknya sejak dini meskipun mereka belum baligh

3. Berakal

Pengertian Berakal adalah orang yang bisa membedakan mana yang baik dan tidak. jadi anak balita tidak di wajibkan karena belum bisa membedakan mana itu makanan atau mainanan serta orang yang gila.

4. Mampu

Mampu disini adalah mampu untuk melaksanakan puasa lebih ke arah fisik, seperti orang yang sakit parah atau para Manula yang sudah tidak mampu untuk melaksanakan puasa tidak diwajibkan untuk berpuasa. namun harus di ganti dengan Mengqada atau membayar Fidyah bagi para Manula

Syarat Puasa

Menurut ulama Hanafiyah ada 3:
a. Niat
b. Tidak ada yang menghalanginya (seperti haid dan nifas)
c. Tidak ada yang membatalkannya

Menurut ulama Malikiyah ada 4:
a. Niat
b. Suci dari haid dan nifas
c. Islam
d. Pada waktunya dan juga disyaratkan orang yang berpuasa berakal.

Menurut ulama Syafi'iyah ada 4:
a. Islam
b. Berakal
c. Suci dari haid dan nifas sepanjang hari
d. Dilaksanakan pada waktunya.
(Sedangkan "niat", menurut Syafi'iyah, dimasukkan ke rukun puasa).

Menurut ulama Hambaliyah ada 3:
a. Islam
b. Niat
c. Suci dari haid dan nifas

Sekian postingan kali ini mengenai Rukun dan Syarat Wajib Berpuasa. Apabila ada yang ingin mengoreksi ataupun yang ingin menambahkan silahkan isi di kolom komentar.
Read more

Hanya Ada di Bulan Suci Ramadhan

Hanya Ada di Bulan Suci Ramadhan

Hanya Ada di Bulan Suci Ramadhan keistimewaan-keistimewaan di berikan kepada kita. Mengapa dikatakan Istimewa ? karena di Bulan Suci Ramadhan ini terdapat beberapa Amalan Ibadah dan Hikmah yang tidak ada di bulan-bulan lainnya. Selain itu Rasulullah Saw bersabda didalam sebuah Hadits.

لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ يَكُوْنَ السَّنَة كُلّهَا 
 
“Kalau seandainya hamba-hamba itu tahu apa yang ada pada bulan Ramadhan (keutamaannya), maka niscaya umatku ini akan berangan-angan bahwa satu tahun itu adalah bulan Ramadhan seluruhnya.” [HR.Ibnu Khuzaimah III/190]

Maka dari itu Hanya Ada di Bulan Ramadhan

1. Umat muslim diwajibkan BERPUASA SELAMA SEBULAN PENUH

2. Terdapat shalat malam yang berbeda dari shalat malam di bulan lainnya, yaiut SHALAT SUNAT TARAWIH

3. Terdapat satu malam yang dijanjikan apabila beribadah di malam tersebut maka pahalanya akan berlipat-lipat, lebih baik dari seribu bulan, yaitu Malam LAILATUL QODR

4. IBADAH SUNNAH diberi ganjaran seperti ibadah wajib, dan IBADAH WAJIB ganjarannya dilipatgandakan pula.

Diriwayatkan oleh Salman, bahwa pada suatu hari di penghujung bulan Sya'ban Rasulullah saw. bersabda,

"Wahai sekalian manusia, telah datang kepadamu bulan yang agung, penuh keberkahan, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan; diwajibkan padanya puasa; dan dianjurkan untuk menghidupkan malam-malamnya. Maka barang siapa yang mengerjakan satu kebajikan pada bulan ini, seolah-olah ia mengerjakan satu perintah kewajiban di bulan lain, dan siapa yang mengerjakan ibadah yang wajib, seakan-akan ia mengerjakan tujuh puluh kali kewajiban tersebut di bulan yang lain."

5. Jika kita MEMBERI MAKAN untuk orang yang berbuka puasa maka akan MENDAPATKAN PAHALA SEPERTI ORANG YANG BERPUASA tersebut, tanpa di kurangi sedikitpun.

    Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

    مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ (رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صحيح)

“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

6. Diwajibkan untuk mengeluarkan zakat khusus yang bernama ZAKAT FITRAH

7. BAU MULUT orang yang berpuasa sangat diistimewakan, bahkan disebut-sebut lebih wangi dari MINYAK MISK.

8. TIDURNYA orang yang berpuasa pun akan mendapatkan PAHALA

Marilah kita bersama-sama memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena Bulan Suci Ramadhan adalah Bulan yang sangat istimewa.
Read more

Fadhilah Shalat Sunat Tarawih

Fadhilah Shalat Sunat Tarawih

Menyambung Postingan sebelumnya tentang Pengertian Shalat Sunat Tarawih di Bulan Ramadhan sekarang saya akan menjelaskan tentang Fadhilah Shalat Sunat Tarawih. Ada begitu banyak Fadhilah yang bisa kita dapatkan dengan melaksanakan Shalat Sunat Tarawih ini, Fadhilah yang begitu luar biasa yang di berikan oleh Allah swt kepada kita. Sungguh Bulan Suci Ramadhan ini adalah Bulan yang penuh Rahmat dan penuh berkah.

Di bawah ini adalah Fadhilah-Fadhilah Shalat sunat tarawih dari malam 1 sampai malam ke 30 yang di ambil dari Kitab Durratun Nashihiin.

Di riwayatkan oleh Saiyidina Ali (r.a.) daripada Rasulullah S.A.W., sebagai jawaban dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi S.A.W. tentang Fadhilah (kelebihan) bagi orang yang melaksanakan sembahyang sunat tarawih pada bulan Ramadan:

Fadhilah Malam 1:

Allah Swt akan memberikan ampunan dan juga menghapus semua dosa-dosa orang mukmin sebelumya, seperti ia baru dilahirkan.

Fadhilah Malam 2:

Allah Swt akan memberikan ampunan dari dosa-dosa orang mukmin  serta kedua orang tuanya apabila mereka beriman kepada Allah Swt.

Fadhilah Malam 3:

Berseru Malaikat di bawah ‘Arasy’ supaya kami meneruskan sembahyang tarawih terus-menerus semoga Allah mengampunkan dosa engkau.

Fadhilah Malam 4:

Allah Swt akan memberikan pahala seperti orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.

Fadhilah Malam 5:

Allah Swt akan memberikan pahala seumpama orang sembahyang di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.


Fadhilah Malam 6:

Allah kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Ma’mur (70 ribu malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang tarawih pada malam ini.

Fadhilah Malam 7:

Allah Swt akan memberikan pahala seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi ‘Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fi’raun dan Hamman.

Fadhilah Malam 8:

Allah Swt akan memberikan pahala bagi orang yang sembahyang tarawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihissalam.

Fadhilah Malam 9:

Allah Swt akan mengaruniakan pahala dan dinaikkan kualitas ibadah hambanya seperti Nabi Muhamad S.A.W.

Fadhilah Malam 10:

Allah Swt akan mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan akhirat.

Fadhilah Malam 11:

Allah Swt akan memberikan pahala saat Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baharu dilahirkan.

Fadhilah Malam 12:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya).

Fadhilah Malam 13:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.

Fadhilah Malam 14:


Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang tarawih, serta Allah tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.

Fadhilah Malam 15:
Allah Swt akan memberikan karunia yaitu semua Malaikat yang menanggung ‘Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakan supaya Allah mengampunkan.


Fadhilah Malam 16:
Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan dituliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.

Fadhilah Malam 17:
Allah Swt akan memberikan karunia bagi orang yang bertarawih yaitu pahalanya pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.

Fadhilah Malam 18:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan berseru Malaikat: "Hai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada engkau dan ibubapa engkau (yang masih hidup atau mati)".

Fadhilah Malam 19:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu meninggikan derajatnya di dalam Syurga Firdaus.

Fadhilah Malam 20:
Allah swt akan mengaruniakan kepadanya pahala sekalian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.


Fadhilah Malam 21:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan di bangunkan sebuah istana dalam Syurga daripada nur.


Fadhilah Malam 22:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru-hara di Padang Mahsyar).

Fadhilah Malam 23:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan di bangunkan kepadanya sebuah bandar di dalam Syurga daripada nur.

Fadhilah Malam 24:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan dibukakan peluang 24 do'a yang mustajab bagi orang bertarawih malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).


Fadhilah Malam 25:


Allah Swt akan memberikan karunia yaitu akan di jauhkan daripadanya siksa kubur.

Fadhilah Malam 26:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu seumpama pahala 40 tahun ibadat.

Fadhilah Malam 27:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu melintas diatas titian jembatan Sirotolmustaqim seperti kilat menyambar.

Fadhilah Malam 28:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu pahala 1000 derajat di akhirat.

Fadhilah Malam 29:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu pahala 1000 kali ibadah haji yang mabrur. (Subhanallah)

Fadhilah Malam 30:

Allah Swt akan memberikan karunia yaitu beri penghormatan kepada orang bertarawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman: 

“Hai hambaKu: Makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan di dalam syurga, dan mandilah engkau daripada air syurga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang bernama ‘Al-Kauthar”.”

Begitu banyak Fadhilah Shalat Sunat Tarawih ini yang sungguh sangat luar Biasa, Maka dari itu dengan kita mengetahui Fadhilah-Fadhilah di atas sungguh sangat di sesalkan kalau kita melewatkan satu malam saja tidak melaksanakan Shalat Sunat Tarawih. Karena belum tentu kita akan bertemu kembali dengan Bulan Ramdhan yang akan datang dan bisa melaksanakan Shalat Sunat Tarawih.

Sekian postingan kali ini memgenai Fadhilah Shalat Sunat Tarawih. Semoga bermanfaat.
Read more