Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Marilah Kita Merenung Sejenak


Tak terasa waktu demi waktu telah kita lewati, segala kejadian dalam hidup ini pernah kita rasakan baik itu kebaikan, keburukan, kebahagiaan, kesedihan semua bersatu menjadi coretan hidup dan sejarah untuk kita. Marilah Kita Merenung Sejenak akan apa yang telah kita lewati mencoba untuk introspeksi diri agar kita bisa menjadi lebih baik.

Lihatlah kebelakang karena disana ada masa lalu kita entah itu baik ataupun buruk, kalau itu baik jadikanlah kebaikan itu api semangat kita agar bisa lebih baik lagi, kalau itu buruk jadikanlah keburukan itu sebagai pengalaman bukan penyesalan. Pengalaman agar kita tidak terjerumus untuk ke dua kalinya

Lihatlah Ke Bawah karena disana ada orang yang masih belum beruntung di bandingkan kita, maka dari itu janganlah berputus asa akan apa-apa yang telah terjadi kepada kita. Mereka masih kuat untuk menjalani hidup ini kita pun pasti akan bisa seperti mereka-mereka.

Lihatlah Kedepan karena disana masih ada harapan. harapan yang harus kita capai agar kita bisa hidup lebih baik dimana kita merasakan kebahagian yang ada di depan kita, kebahagiaan yang pasti akan kita dapatkan baik kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti

Lihatlah Ke Atas karena di sana ada semangat, semangat yang akan menuntun kita untuk meraih harapan. Jangan pernah berputus asa, jangan pernah menyerah, karena harapan di depan pasti banyak rintangan banyak batu terjal yang harus kita lewati. hanya dengan semangat lah kita akan mencapainya. Don't Loss Before War

dan Setelah kita berhasil  !

Lihatlah Ke Samping agar kita bisa saling berbagi kepada sesama, berbagi kepada orang yang membutuhkan, berbagi akan apa-apa yang telah miliki baik itu ilmu, harta, kasih sayang.


Marilah Kita Merenung Sejenak
Read more

Cerita Anak Kecil Menggambar Rumah


Di sebuah rumah yang sangat mewah, tinggallah sepasang suami istri yang mempunyai anak berumur 5 tahun. Mereka tinggal bersama seorang kakek yang tidak lain adalah Ayah dari si Suami. Karena memang kakek ini  sudah tua serta memiliki penyakit stroke maka suami istri ini memutuskan untuk menjual rumah kakek dan mengajak kakek untuk tinggal bersama mereka.

Diceritakan Pada saat makan malam tiba maka si suami ini menjemput kakek berniat untuk mengajak makan malam bersama istri dan anaknya. Ketika dituntun untuk menuruni tangga sang kakek terjatuh sehingga memecahkan hiasan yang ada disana, begitupun ketika makan malam di mulai penyakit stroke kakek ini kambuh sehingga menumpahkan nasi yang ada di piring dan juga menjatuhkan gelas. sehingga membuat berantakan makan malamnya.

Karena merasa terganggu dan selalu merepotkan, akhirnya kakek ini di pindahkan ke sebuah ruangan kecil hanya seorang diri, setiap hari kakek ini tidak ikut makan bersama, hanya di beri makan oleh pembantunya saja, selain itu piring yang digunakan terbuat dari plastik agar tidak pecah apabila jatuh.

Hingga pada suatu saat suami istri ini sedang makan malam, lalu sang anak menanyakan kakek yang tidak ikut makan bersama, maka mereka hanya menjawab bahwa kakek sudah tidur, padahal mereka tidak ingin di repotkan oleh keberadaan kakek yang sudah tua renta. yang selalu merepotkan mereka.

Begitulah kehidupan sang kakek setiap harinya. hanya sendiri di ruangan kecil tanpa ada yang menemani. Pada suatu ketika sang anak sedang asyik menggambar sendirian di halaman rumah, ketika suami istri ini melihat sang anak sedang menggambar, maka merekapun menghampiri anaknya, bermaksud untuk melihat apa yang sedang di gambar anaknya itu. 

Setelah mereka menyapa anaknya dan menanyakan apa yang sedang digambarnya, maka sang anak menjawab bahwa ia sedang menggambar sebuah rumah besar. Mereka pun melihat gambar rumah besar tersebut, namun setelah melihat gambar tersebut mereka heran dengan adanya gambar rumah yang sangat kecil di pinggir rumah besar tadi.

Lalu mereka pun bertanya kembali. Kalau rumah yang kecil itu rumah siapa? lalu sang anak dengan kepolosannya menjawab bahwa rumah tersebut adalah rumah untuk mereka kelak kalau sudah tua, karena sang anak tidak ingin direpotkan oleh mereka kalau sudah tua nanti.

Mendengar jawaban sang anak, mereka terkejut dan langsung menghampiri ruangan kakek, bermaksud untuk mengeluarkan kakek dari ruangan yang kecil tersebut, namun apa yang terjadi? penyakit stroke kakek kembali kambuh dan lebih parah sampai akhirnya kakek ini meninggal karena tidak sempat tertolong.

Suami istri ini pun menyesali akan apa yang terjadi, mereka tidak sempat meminta maaf atas perbuatannya kepada Ayahnya sendiri, namun apa boleh buat penyesalan hanya ada di akhir. dan mereka tidak sempat untuk meminta maaf.

Maka dari itu sayangilah orang tua kita sampai kapanpun. karena mereka adalah orang yang telah melahirkan, merawat dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan tanpa mengenal lelah. Jangan sampai kita mengucilkan orang tua kita yang sudah tua renta hanya karena selalu merepotkan kita. Ingat bahwa suatu saat kitapun akan tua, dan anak kita lah yang akan mengurus kita. Apabila kita tidak menghargai orang tua kita maka kelak anak kita pun pasti tidak akan menghargai kita.
Read more

Cerita Empat Lilin


Ada Empat lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Sumber : Forum Onbux
Read more

Bolak Balik Kata Kehidupan


Bingung adalah mengerti
Mengerti adalah bingung
Orang yang tidak pernah bingung tak kan pernah mengerti
Orang yang mengerti tanpa bingung, akan bingung karena mengerti dalam kesendirian...



Berilmu adalah bodoh
Bodoh adalah berilmu
Semakin banyak ilmu seseorang, maka ia akan semakin merasa bodoh
Semakin bodoh seseorang, maka ia merasa hebat bersama ilmunya

diejek adalah dipuji
dipuji adalah diejek
orang yang beribadah dan sabar ketika diejek orang maka dia akan dipuji oleh Allah
orang yang ibadah tapi mengharapkan dipuji oleh orang akan diejek oleh Allah..

Sibuk adalah santai
Santai adalah sibuk
Orang yang sibuk sejati selalu menikmati waktu santai dalam kesibukannya
Sedangkan orang yang santai selalu sibuk dengan kesantaiannya

Cinta adalah benci
Benci adalah Cinta
Semakin cinta, semakin benci
Don't be extreme
Cintailah alakadarnya dan membecilah alakadarnya


Sumber : Forum Onbux
Read more

Hidup ini Untuk Mati


Seorang anak menanyakan kepada Ayah nya Untuk Apa Hidup Ini ? sang Ayah menjawab "Hidup ini Untuk Mati Nak", dengan penuh rasa penasaran sang anak bertanya kembali, Maksud dari perkataan Ayah apa ? sambil tersenyum dan memangku kepangkuannya sang Ayah menjelaskannya. " Begini Nak".

Hidup ini untuk mati, karena kita hidup di dunia ini hanya sementara, kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan di akhirat nanti. Maka dari itu selama kita hidup, kita harus mencari bekal kebaikan sebanyak-banyaknya sebelum kita mati. "Lalu bagaimana cara mencari bekal kebaikan itu Ayah ?" tanya sang Anak

"Cara untuk mencari kebaikan itu hanya dua Anakku" yang pertama HABLUM MINALLAH (Hubungan baik Kepada Allah swt) dan yang kedua HABLUM MINANNAS yaitu (Hubungan baik kepada sesama).

1. HABLUM MINALLAH (Hubungan Baik Dengan Allah swt)
Kita harus mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala Larangan-Nya. Meskipun terasa berat namun kita harus tetap berusaha untuk menjalankannya. Meskipun kita hanya lah Hamba yang lemah namun janganlah berputus asa untuk meminta kekuatan Kepada-Nya agar kita bisa menjalankan apa-apa yang di perintah dan di larang-Nya.

2. HABLUM MINANNAS (Hubungan Baik Kepada Sesama)
Berbuat baik kepada sesama pun harus kita laksanakan juga, maka dari itu bantulah saudara-saudaramu yang membutuhkan pertolongan, karena dengan berhubungan baik kepada sesama Tuhan pun akan senanfg meliharnya, janganlah saling menyakiti sesama saudara kita. Ingatlah bahwa kita semua adalah saudara, dan harus saling tolong menolong dalam kebaikan.

Lalu sang Anak memeluk sang Ayah seraya berkata "Do'akan aku Ayah semoga aku bisa mendapatkan bekal kebaikan sebelum aku Mati"

Pernahkan kita berpikir sejenak tentang kematian ? Bekal apa yang sudah kita siapkan untuk di bawa Mati ? Siapakah teman kita pada saat kita Mati ? Apakah segala yang kita dapatkan sekarang ini akan di bawa Mati juga? Lalu apa pertanggung jawaban hidup kepada Tuhan setelah kita mati ?

Aku Hamba-Mu yang tak pantas Masuk Surga tapi Aku tak sanggup di Neraka
Read more

Berbuat Baik Itu Investasi


Ada sebuah kisah tentang orang yang selalu berbuat baik, di ceritakan ada seorang ibu yang membuka warung nasi di dekat sebuah Perguruan Tinggi ternama di daerah Bandung. Sudah sejak lama ibu tersebut mencari rezeki dari warung nasinya, Pendapatan dari warung nasi tersebut di gunakan untuk makan sehari-hari dan juga membiayai anaknya yang sedang Sekolah di salah satu SMA negeri di daerah Bandung.

Setiap hari, ibu tersebut membuka warung nasinya dan melayani setiap pembeli yang akan makan di warung nya. kebanyakan dari mereka adalah Mahasiswa di Perguruan Tinggi tersebut.

Pada suatu ketika ada seorang mahasiswa yang sudah memasuki semester akhir, karena memang mahasiswa tersebut berasal dari keluarga yang sederhana maka dia harus bisa menghemat segala pengeluarannya agar cukup untuk makan, biaya ujian dan juga skripsi. Ketika ia menghitung-hitung bekalnya, maka jatah makan untuk tiap harinya hanya 2000 rupiah untuk satu kali makan.

Ketika waktu makan siang tiba ia mengunjungi warung nasi milik ibu, dan berharap dia bisa membeli nasi hanya dengan 2000 rupiah. Ketika pertama kali masuk lalu di sapa oleh ibu "Mau beli nasi de? Tanya  Ibu warung". "Iya Bu" jawab Mahasiswa. "Berapa Harga satu bungkus nasi bu?" "2000 rupiah" jawab ibu, "Kalau sayur telornya?" "sama 2000 de" tutur ibu warung. Sambil berpikir bahwa jatah makan saya hanya 2000, kalau sama telor pun tidak akan cukup. Setelah sejenak berpikir, lalu Mahasiswa tadi bertanya kembali, "Kalau kuah telornya berapa bu?" "ouh. kalau kuahnya sih gratis de" jawab ibu warung. "Kalau begitu nasi sama kuah sayur telor aja bu". "Boleh de. tunggu sebentar yah", Jawab ibu sambil melihat wajah mahasiswa tadi penuh dengan keibaan.

Akhirnya ibu warung pun membungkus nasi ditambah kuah sayur telor, namun tanpa sepengetahuan si Mahasiswa, ibu ini memasukkan satu buah telor ke dalam nasi nya. setelah selesai membungkus lalu memberikannya kepada Mahasiswa tadi. Lalu uang 2000 rupiah di bayar kepada ibu warung karena yang di bayar hanya nasinya saja sedangkan kuahnya gratis. Setelah membeli nasi mahasiswa tadi pulang ke kosan nya. dan membuka nasi yang baru di belinya. Ketika pertama kali makan ia terkejut ketika di dalam nasi tersebut ada sebuah telor. dan ia pun gembira serta bersyukur kepada Allah swt, karena ibu warung tadi telah berbuat baik kepadanya.

Setiap hari, mahasiswa tersebut selalu membeli nasi yang sama ke ibu warung tadi, dan ibu warung pun selalu menyelipkan telor ke dalam nasi bungkusnya dengan niat membantu mahasiswa tersebut.

Lama berselang si ibu tidak melihat mahasiswa yang selalu berkunjung ke warung nasinya. hingga pada suatu saat kira-kira 1 tahun kemudian terjadi penggusuran karena lahan tempat ibu berjualan nasi adalah milik pemerintah. Maka ibu warung pun dengan berat hati harus meninggalkan tempat mencari rezeki nya tersebut setiap hari. Yang paling menyedihkan adalah anak nya yang duduk di SMA akan menghadapi ujian kelulusan, sehingga bingung untuk membayar uang ujian kelulusan tersebut. karena kalau tidak, anaknya bisa putus sekolah.

Ketika ia temenung di pinngir jalan sambil mencucurkan air mata melihat warung nasinya di bongkar begitu saja. tiba-tiba ada sebuah mobil sedan menhampirinya, Ketika keluar dari mobil dan menghampiri, Ibu tersebut kaget karena tidak mengenal orang tersebut. Lalu orang tadi berkata. "ayo ibu ikut saya, saya di perintah oleh atasan saya untuk menjemput ibu" dengan wajah penasaran si ibu pun ikut kedalam mobil, lalu di bawa ke tempat yang di bilang orang tadi. Setelah ibu warung turun dari mobil dan di bawa ke kantor atasannya yang di bilang orang tadi. ternyanya atasannya itu adalah Mahasiswa yang dulu membeli nasi dan kuah telor dengan harga 2000 rupiah di warung nasi ibu.

Dan akhirnya Mahasiswa tadi berkata kepada ibu warung. "Ibu... saya melihat di televisi di daerah tempat ibu berjualan terjadi penggusuran maka dari itu saya menyuruh anak buah saya mencari ibu untuk membawa ibu kesini. Karena waktu saya masih menjadi Mahasiswa, ibu sudah membantu saya maka sekarang saatnya saya membantu Ibu. Saya mempunyai rencana, karena saya adalah manager di perusahaan ini, maka ibu saya ijinkan untuk berjualan di kantor ini. dan sayapun sudah menyiapkan tempatnya untuk ibu beserta perlengkapannya. Ibu tinggal berjualan saja disini. Saya rindu akan masakan kuah sayur telor ibu" kata Mahasiswa sambil menatap ibu warung.

Lalu ibu warung pun memeluk mahasiswa yang sekarang sudah menjadi Manager dengan penuh tangis bahagia, seraya mengucapkan terimakasih. dan akhirnya si ibu bisa berjualan nasi kembali, dan anaknya pun bisa ikut ujian di sekolahnya dan tidak terancam putus sekolah. 

Pelajaran dari cerita di atas adalah, Kita harus selalu berbuat baik kepada orang lain, meskipun kita harus mengorbankan keuntungan kita seperti cerita di atas si ibu tidak mendapatkan untung dari telor yang di berikan pada Mahasiswa tadi, malah si ibu rugi karena modal telor nya pun tidak kembali. Namun dengan niat menolong orang lain untuk membantu sesama itu tidak akan menjadi masalah. Karena Allah swt lah yang kan memberikan keuntungan kepada kita yang berlipat-lipat ganda.

Sekian postingan kali ini semoga bisa bermanfaat.
Read more

Apa Yang Sedang Kau Lihat ?


Pada zaman dahulu kala hiduplah dua orang jendral perang besar yaitu Cyrus dan Cagular. Cyrus adalah raja Persia yang sangat terkenal. Sedangkan Cagular adalah kepala suku yang terus-menerus melakukan perlawanan terhadap serbuan pasukan Cyrus, yang bertekat ingin menguasai Persia.

Pasukan Cagular mampu merobek-robek kekuatan tentara Persia sehingga membuat berang Cyrus karena ambisinya untuk menguasai perbatasan daerah selatan menjadi gagal. Akhirnya, Cyrus mengumpulkan seluruh kekuatan pasukannya, mengepung daerah kekuasaan Cagular dan berhasil menangkap Cagular beserta keluarganya. Mereka lalu dibawa ke ibu kota kerajaan Persia untuk diadili dan dijatuhi hukuman.

Pada hari pengadilan, Cagular dan istrinya dibawa ke sebuah ruangan pengadilan. Kepala suku itu berdiri menghadapi singgasana, tempat Cyrus duduk dengan perkasanya. Cyrus tampak terkesan dengan Cagular. Ia tentu telah mendengar banyak tentang kegigihan Cagular.

"Apa yang akan kau lakukan bila aku menyelamatkan hidupmu?" tanya sang kaisar.

"Yang mulia," jawab Cagular, "Bila Yang Mulia menyelamatkan hidup hamba,hamba akan kembali pulang dan tunduk patuh pada Yang Mulia sepanjang umur hamba."

"Apa yang akan kau lakukan bila aku menyelamatkan hidup istrimu?" tanya Cyrus lagi.

"Yang mulia, bila Yang Mulia menyelamatkan hidup istri hamba, hamba bersedia mati untuk Yang Mulia," jawab Cagular.

Cyrus amat terkesan dengan jawaban dari Cagular. Lalu ia membebaskan Cagular dan istrinya. Bahkan ia mengangkat Cagular menjadi gubernur yang memerintah di provinsi sebelah selatan.

Pada perjalanan pulang, Cagular dengan penuh antusias bertanya pada istrinya, "Istriku, tidakkah kau lihat pintu gerbang kerajaan tadi? Tidakkah kau lihat koridor ruang pengadilan tadi? Tidakkah kau lihat kursi singgasana tadi? Itu semuanya terbuat dari emas murni! Gila!"

Istri Cagular terkejut mendengar pertanyaan suaminya, tetapi ia menyatakan, "Aku benar-benar tidak memperhatikan semua itu."

"Oh begitu!" tanya Cagular terheran-heran, " Aneh, lalu apa yang kau lihat tadi?"

Istri Cagular menatap mata suaminya dalam-dalam. Lalu ia berkata, "Aku hanya melihat wajah seorang pria yang mengatakan bahwa ia bersedia mati demi hidupku."

Apakah Anda tahu demi apa Anda mati? Demi kekasih Anda? Rumah? Negara? Keyakinan? Kebebasan? Cinta? Tentukan demi apa Anda bersedia untuk mati,dan Anda pun akan menemukan demi apa Anda hidup. Hiduplah demi sesuatu yang Anda bersedia untuk berkorban, bahkan mati pun rela, maka Anda akan hidup dengan penuh. Anda pun akan menemukan bagaimana Anda bisa berbahagia.

Sumber : Forum Onbux
Read more