Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Manfaat Kaum Muslimah Yang Berkerudung


Ada dari sebagian kaum hawa yang mengatakan bahwa berkerudung itu tidak nyaman untuk di pakai, menghalangi tampilan mahkota kepala yaitu rambut. Namun khusus bagi para muslimah menutup aurat adalah hal yang di wajibkan oleh Allah Swt. Maka dari itu mulai dari sekarang alangkah baiknya mulai belajar untuk memakai kerudung.

Nyaman berkerudung itu karena biasa dan tidak akan nyaman kalau tidak di biasakan, Mengapa Allah Swt memerintahkan khusu bagi kaum muslimah untuk memakai kerudung ?

Karena Ada banyak manfaat bagi kaum hawa yang selalu memakai kerudung. Selain karena memang berkerudung merupakan hal yang di wajibkan oleh Allah Swt kepada para Muslimah.

Berikut beberapa manfaat memakai kerudung

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka).

“Ada dua macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

“Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

2. Terhindar dari pelecehan

Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaiman sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari)

Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang??? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3. Memelihara kecemburuan laki-laki

Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah subhanahu wata’ala tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.

“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim)

Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.

4. Akan seperti biadadari surga

“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56)

“Mereka laksana permata yakut dan marjan.” (QS. Ar-Rahman: 58)

“Mereka laksan telur yang tersimpan rapi.” (QS. Ash-Shaffaat: 49)

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga.

5. Mencegah penyakit kanker kulit

Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.

Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit.

Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.

6. Memperlambat gejala penuaan

Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.

Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin Dyang berperan penting terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah.

Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Ternyata jilbab tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.

Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna

Sumber : Forum Kaskus
Read more

Segala Amal Perbuatan Tergantung Pada Niat


Sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW. Bahwa Segala Amal Perbuatan itu Tergantung Pada Niat.

Kalau Niat kita melakukan sesuatu karena Allah swt maka segala amal perbuatan yang kita lakukan akan mendapatkan pahala, namun apabila Niat kita bukan karena Allah swt maka segala amal perbuatan kitapun tidak akan mendapatkan pahala.

Dalam kaitannya terhadap Niat ini Terkadang ada yang terlihat seperti amal perbuatan Akhirat tetapi karena Niatnya jelek maka amal tersebut hanya Amal perbuatan Duniawi saja dan Terkadang ada yang terlihat seperti amal perbuatan Duniawi tetapi karena Niatnya baik maka amal tersebut bisa jadi Amal perbuatan Akhirat.

Seperti contoh : Shalat merupakan salah satu amal perbuatan yang kita laksanakan untuk bekal kita di akhirat nanti, namun karena niat kita melaksanakan shalat hanya ingin di lihat orang lain bahwa kita itu shaleh, atau karena ingin di cap bagus oleh calon mertua dan bukan karena Allah swt maka Shalat yang kita laksanakan hanyalan amal perbuatan yang bersifat duniawi saja yang berarti tidak akan mendapatkan pahala dari Allah swt.

Berbeda dengan seperti kita membuang paku yang ada di tengah jalan, perbuatan ini terlihat seperti perbuatan duniawi saja. namun karena niat kita membuang paku tersebut agar supaya orang yang melewati jalan tidak terluka akibat menginjak paku, maka perbuatan tersebut adalah Amal perbuatan Akhirat dan akan mendapatkan pahala dari Allah swt.

Jadi intinya Niat adalah faktor penentu segala amal perbuatan kita. Semoga saja kita bisa mengawali segala aktifitas baik itu bersifat Akhirat ataupun bersifat Duniawi dengan niat yang baik, niat karena Allah swt semata. Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat.
Read more

Pengertian Niat Dalam Beribadah


Setiap kita akan melakukan suatu ibadah, sudah pasti hal yang pertama kali kita lakukan adalah Niat. Maka dari itu kita harus mengetahui Pengertian Niat Dalam Beribadah. Secara Bahasa Niat adalah Maksud keinginan hati untuk melakukan sesuatu Sedangkan menurut syariat sebagaimana di jelaskan dalam kitab Safinatunnaja karangan Syekh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al hadhram, yaitu :

Bahwa Niat adalah Neja suatu perkara (Suatu Ibadah) yang di barengi dengan tindakan (Pelaksanaan) pada saat itu juga. Seperti contoh ketika kita hendak berwudlu. Maka pada saat pertama kali air mengenai wajah disaat membasuh muka maka pada saat itulah kita berniat untuk wudlu.

Adapun tempat kita untuk berniat adalah Hati, jadi ketika kita berniat untuk berwudlu, maka hati kita lah yang mengucapkan bahwa kita hendak berwudlu untuk mensucikan hadas kecil. Selain itu melapadkan niat hukumnya Sunnah. karena dengan melafadkan niat terlebih dahulu dengan lisan kita, maka bisa membantu hati kita untuk melapadkan niat dengan khusyu.

Sekian postingan kali, Semoga Bermanfaat.
Read more

6 Hewan Yang Tidak Di Mulyakan Allah


Ada 6 Hewan Yang Tidak Di Mulyakan Allah, ini berkaitan dengan Sebab-sebab melaksanakan tayamum berdasarkan keterangan dari Kitab Safinatun Naja karangan Syekh Salim bin Abdullah bin Sa'ad bin Sumair al Hadhrami. Dalam kitab tersebut di terangkan ada 3 sebab kita boleh melaksanakan tayamun.

 Adapun ke-3 sebab itu diantaranya adalah :
  1.  Tidak Ada Air atau di landa kekeringan sehingga setelah kita cari tidak ada air di mana-mana.
  2. Karena Sakit yang Parah dan tidak boleh terkena air.
  3. Ada yang lebih membutuhkan dari air wudlu yang kita miliki, yaitu hewan yang sedang kehausan apabila tidak di kasih air minum maka hewan tersebut akan mati, namun hewan tersebut adalah hewan yang di Mulyakan oleh Allah swt.
Dalam kitab tersebut di jelaskan bahwa hewan yang di Mulyakan oleh Allah swt adalah selain dari hewan yang tidak di Mulyakan oleh Allah swt yang berjumlah 6:

Adapun 6 hewan yang tidak di Mulyakan Allah swt adalah :
  1. Orang Yang Meninggalkan Shalat
  2. Orang Yang Zina Muhson (Orang Yang sudah menikah lalu berzina)
  3. Orang Yang Murtad
  4. Orang Kafir Yang Memerangi Umat Muslim
  5. Anjing Galak
  6. Babi
Jadi ke-6 hewan di atas adalah hewan yang tidak dimulyakan oleh Allah swt, sehingga apabila ke-6 hewan ini kehausan tidak usah di kasih minum lebih baik air tersebut di gunakan untuk berwudlu.

Catatan : Dalam Keterangan Tersebut Manusia di golongkan hewan karena manusia di sebut juga sebagai Hayawanun Natiq (Hewan Yang Bisa Berbicara)

Kesimpulan : Sungguh Orang yang tidak melaksanakan Shalat, Zina Muhson dan orang yang murtad ada pada rangking 1 s/d 3 dari ke-6 Hewan yang tidak di Mulyakan Allah swt, Semoga kita tidak tergolong ke dalam golongan tersebut. Amien.
Read more

Andai Rasulullah Mengunjugi Rumah Kita


Andai Rasulullah Mengunjungi Rumah Kita ingin melihat apa yang sedang kita kerjakan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu akan kedatangan Beliau.

Apa yang akan kita lakukan ketika pertama kali beliau mengetuk pintu rumah kita dan mengucapkan Salam, lalu kita tau bahwa itu adalah Rasulullah?

  • Apakah disaat kita sedang asyik menonton acara gosip langsung memindahkan ke acara pengajian?
  • Apakah di saat kita membaca majalah langsung pergi ke mushola dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an meskipun Al-Qur'an nya sudah penuh dengan debu? 
  • Apakah di saat pakaian kita tidak menutupi aurat langsung pergi ke kamar dan menutupnya dengan kain seadanya? 
  • Apakah di saat asyik bernyanyi langsung bershalawat memuji Rasulullah? 
  • Apakah di saat kita bermalas-malasan di rumah langsung pergi mengambil air wudlu dan melaksanakan shalat ?

Semua jawaban itu ada pada diri kita masing-masing !
Hanya Sekedar Sharing.
Read more

Pengertian Syarat Syah dan Syarat Qabul


Dalam postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian Syarat Syah dan Syarat Qabul dalam Beribadah. Apabila kita belum mengerti syarat syah dalam suatu ibadah dan mendahulukan syarat qabul maka bisa di bilang ibadah kita tidak akan syah (batal) dan tidak akan mendapatkan pahala dari Allah swt. Karena Syarat Syah merupakan tolak ukur pertama ketika kita beribadah.

Langsung saja saya akan menjelaskannya satu persatu di mulai dari :

Pengertian Syarat Syah Ibadah
Syarat syah adalah suatu perkara yang di atur oleh ilmu fiqih, dalam hal ini segala yang berkaitan dengan ilmu fiqih baik dari segi syarat dan rukun yang harus kita penuhi dinamakan Syarat Syah Ibadah

Seperti contoh Syarat Syah dalam melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan adalah :
Dari segi syarat puasa :
  • Beragama Islam
  • Sudah Baligh (Sudah mencapai umur dewasa)
  • Berakal
  • Mampu untuk mengerjakannya
  • Tidak dalam perjalanan jauh (musafir)
  • Tidak dalam masa haid, nifas dan wiladah (baru melahirkan) untuk perempuan
Dari segi rukun puasa :
  • Niat untuk melaksanakan puasa
  • Meninggalkan sesuatu yang dapat membatalkan puasa (makan dan minum) dari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari
Apabila kita sudah memenuhi syarat syah di atas maka ibadah puasa kita bisa dikatakan syah, dalam artian kita sudah memenuhi (melaksanakan) kewajiban untuk berpuasa yang di perintahkan oleh Allah swt. Namun belum berarti puasa kita mendapatkan pahala dari Allah swt. Maka dari itu ada yang dinamakan Syarat Qabul Ibadah yaitu syarat-syarat agar ibadah kita bisa mendapatkan ganjaran dari Allah Swt.

Syarat Qabul ini adalah suatu perkara yang di atur oleh Ilmu tasawwuf (ilmu Akhlak), jadi segala yang berkaitan dengan Akhlak kita dalam melaksanakan suatu ibadah dinamakan Syarat Qabul

Seperti contoh Syarat Qabul dalam melaksankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan :
  • Lebih mendekatkan diri kepada Allah swt (memperbanyak Shalat Sunnat,  Tadarus Al-Qur’an, Bersedekah dll)
  • Menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik (berkata bohong, syirik, dengki, hasud, mengupat dll)
Apabila kita sudah bisa menjalankan Syarat Qabul ini maka Mudah-mudahan Ibadah puasa kita bisa diterima oleh Allah Swt yaitu mendapatkan ganjaran. Namun apabila hanya syarat syah saja yang bisa kita jalani maka kita tidak akan mendapatkan ganjaran dari Allah swt tetapi hanya menggugurkan kewajiban kita saja.

Lalu timbul pertanyaan jadi mana dulu yang harus di dahulukan Syarat Syah ataukah Syarat Qabul ?

Jawabannya adalah Syarat Syah dulu, karena syarat syah seperti saya terangkan di awal pembahasan, merupakan tolak ukur pertama dalam ibadah kita, bagaimana Allah swt akan menerima ibadah kita kalau syarat syah nya belum kita penuhi yang mengakibatkan batalnya ibadah kita

Seperti Contoh kasus lain : Ada orang yang sedang melaksanakan shalat memakai pakaian gamis serta sorban yang dililitkan di kepala. Shalatnya  terlihat sangat khusyu sekali berharap shalatnya akan di terima oleh Allah swt, ketika sujud ternyata sorban yang dilitkan di kepala menutupi jidatnya sehingga menghalangi jidat mengenai tempat sujud. (Dalam syarat syah ibadah Shalat jidat kita tidak boleh terhalang oleh sesuatu apapun ketika hendak sujud, apabila ada yang menghalangi maka shalat kita batal atau tidak syah).

Ketika selesai shalat, lalu saya bertanya ? ketika anda sujud, jidat anda terhalang oleh sorban yang dililitkan di kepala sehingga menghalangi jidat ketika sujud.
Maka dia menjawab ? Tidak apa-apa yang penting kita khusyu dalam melaksanakan shalat dan hati kita harus menghadap Allah swt jangan memikirkan hal-hal duniawi. Dan serahkan semua itu hanya kepada Allah swt.

Nah contoh diatas adalah orang yang mendahulukan Syarat qabul dulu di banding Syarat Syah. Padahal syarat syah adalah pokok pertama, kalau ibadah kita sudah syah (tidak batal) maka kita bisa meneruskan untuk melakukan syarat Qabul, tetapi jangan mendahulukan dulu syarat qabul dan tidak mengetahui syarat syah dengan anggapan asalkan kita khusyu dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah swt maka syarat syah bisa di maklumi oleh Allah swt. Itu pendapat yang keliru menurut saya. Karena Syarat Syah sudah di tentukan dan di atur oleh Allah swt dan Rasulullah Saw yang wajib kita penuhi terlebih dahulu.

Kesimpulan :
Syarat syah merupakan pokok pertama dalam suatu ibadah dan kita harus mengetahui serta menjalankannya dengan baik sebelum kita melangkah untuk bisa menjalankan Syarat Qabul.

Semoga ktia bisa memenuhi baik itu Syarat Syah dan Syarat Qabul dalam Beribadah sehingga Ibadah kita Syah dan diterima oleh Allah swt serta mendapatkan Pahala untuk bekal kita di Hari Nanti.

Yup. Sekian dulu postingan kali ini semoga ada manfaatnya. Mohon maaf apabila ada kesalahan, karena kesalahan hanyalah dari kebodohan saya dan apabila ada yang benar maka itu hanya dari Allah swt semata. Semoga postingan kali ini bisa bermanfaat. Wallahu A’lam
Read more

Supaya Ikhlas Dalam Bersedekah


Salah satu syarat agar sedekah kita di terima oleh Allah Swt adalah Ikhlas. Dalam artian kita rela memberikan sebagian harta kita untuk di sedekahkan kepada yang lebih membutuhkan tanpa adanya rasa pamrih atau timbal balik dari orang yang kita beri sedekah serta kita tidak mengingat-ingat kembali apa yang telah kita sedekahkan. Tapi apakah kita sudah benar-benar tau Apakah kita sudah Ikhlas?

Hal ini yang selalu mengganjal di hati kita, Karena memang Ikhlas itu merupakan hal yang susah-susah mudah. Mungkin kita pernah bersedekah kepada seseorang semisal memberikan sedekah uang sebesar 50 ribu rupiah kepada seseorang yang membutuhkan, Lalu sebelum kita memberi, hati kita mengatakan "Saya Ikhlas Bersedekah memberi uang 50 ribu rupiah kepada orang tersebut". Tapi terkadang setelah itu kita selalu memikirkan uang 50 ribu tadi, seakan-akan hati kecil kita mengatakan tidak rela memberikan uang tersebut. Mengapa demikian ?

Yup jawabannya adalah karena sedekah merupakan Ibadah yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu kita. Mungkin hal ini sudah saya bahas secara detail di postingan sebelumnya tentang Ibadah Yang Sesuai Keinginan Hawa Nafsu . Maka dari itu kita harus mengetahui cara agar kita bisa Ikhlas dalam bersedekah. Lalu Bagaimanakah Caranya ?

Ok, saya akan memberikan sedikit gambaran seseorang yang sudah bisa dianggap Ikhlas dalam bersedekah.

Apabila agan bersedekah 50 ribu rupiah kepada orang yang lebih membutuhkan, lalu ada orang yang bertanya kepada kita :

Apakah kamu Ikhlas memberikan sedekah tersebut ?
dan jawaban agan adalah : Ya saya Ikhlas memberikan sedekah itu.

"Maka artinya agan tidak Ikhlas memberikan sedekah tersebut.
Hmm kok bisa gitu?

Lalu agan ngomong dalam hati : berarti Kalau saya mengatakan Ikhlas artinya itu tidak ihklas. kalau begitu kebalikannya donk, saya harus mengatakan saya tidak Ikhlas memberikan sedekah itu.

"Waah kalau ini tambah parah lagi, kalau agan ngomong ga ikhlas ya sudah jelas sekali, agan tidak ikhlas memberikan sedekah tersebut. Hmm Jadi bingung yah

Iya deh biar tidak pada bingung saya akan menjelaskannya. Sudah diterangkan di atas bahwa sedekah merupakan ibadah yang tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsu, sekuat apapun kita untuk mengucapkan kata Ikhlas maka tetap saja kita tidak akan bisa 100% ikhlas secara pribadi, karena hawa nafsu kita lebih menonjol untuk merubah keinginan kita untuk Ikhlas, maka dari itu kita selalu teringat kembali akan apa-apa yang telah kita sedekahkan dan merasa tidak rela untuk memberikannya.

Untuk itu kita sebagai makhluk yang lemah dan tidak mempunyai kekuatan apa-apa untuk bisa Ikhlas, maka sepatutnya kita meminta pertolongan kepada yang Maha Kuasa, dan menyerahkan segala niat kita agar bisa Ikhlas kepada-Nya. Jadi jawaban kita ketika ada seseorang yang bertanya apakah kita ikhlas dalam bersedekah, maka jawaban yang sepatutnya adalah "Mudah-Mudahan Allah swt memberikan keikhlasan kepada saya".

Nah kalau kita sudah menyerahkan diri kepada Allah swt tentang apa-apa yang telah kita sedekahkan, maka kitapun akan di berikan kekuatan Oleh Allah Swt untuk bisa Ikhlas dalam bersedekah.
Gimana ngerti kan gan ? kalau masih ada yang belum ngerti aduuh cape deeh.

Ya mungkin di cukupkan sekian penjelasan kali ini, mudah-mudahan tidak ada lagi yang bingung. Mohon maaf kalau ada yang salah dalam pembahasan kali ini. Akhir kata semoga Allah Swt selalu memberikan kekuatan kepada kita agar bisa mencapai salah satu syarat di terimanya sedekah kita yaitu Ikhlas. Amien
Read more